Kaitan Fase IOD dengan Faktor Met-Ocean di Perairan Barat dan Selatan Sumatera

Authors

  • Ananda Rizki Taruna Universitas Hang Tuah
  • Supriyatno Widagdo Universitas Hang Tuah
  • Eko Prasetyo Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Maritim Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30649/jrkt.v1i1.42-53

Keywords:

Fase IOD, DMI, angin, curah hujan, SST, salinitas.

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk identifikasi fase Indian Ocean Dipole (IOD), yang dipakai untuk mengetahui keterkaitan interaksi antara faktor meteorologi dan oseanografi. Identifikasi menggunakan korelasi Pearson, sedangkan analisis spasial menggunakan Inverse Distance Weight (IDW). Kajian dilakukan di Perairan Barat dan Selatan Sumatera. Fase IOD tahun 2015 dan 2010 terjadi 2 kali fase. Fase IOD negatif (-) normal tahun 2015 selama 2 periode yakni Februari-Maret, IOD positif (+) selama 10 periode dan IOD positif lemah terjadi selama 6 periode mulai Juni hingga November. Tahun 2010 kejadian IOD positif selama 10 periode, fase normal 8 periode dan fase lemah selama 2 periode (Maret-April). Konfigurasi tahun 2015 saat IOD negatif normal berkorelasi sangat sempurna terhadap seluruh parameter pada Musim Barat, koefisien seluruh parameter yakni direntang 0,8≤r≤1. Interaksi saat IOD fase positif lemah yakni berkorelasi sangat kuat terhadap curah hujan, berkorelasi baik terhadap kecepatan angin yang meningkat dan cukup baik terhadap penurunan SST selama Musim Timur. Periode tahun 2010 kejadian IOD positif lemah terjadi di Musim Peralihan, sifat hubungan terhadap curah hujan Nias-Padang sangat kuat sedangkan hubungan korelasi terhadap lainya sangat buruk. Fase IOD negatif terjadi selama Musim Peralihan 2, hubungan korelasi terhadap seluruh parameter tidak dapat dijadikan acuan karena hanya terdapat 2 variansi data bulanan. Berdasarkan hasil analisis, karakteristik fase IOD tahun 2015 lebih terlihat jelas mengakibatkan perubahan faktor met-ocean.

References

Amri K., D. Manurung., Gaol JL., Baskoro MS., 2013. Karakteristik Suhu Permukaan Laut dan Kejadian Upwelling Fase Indian Ocean Dipole Mode Positif di Barat Sumatera dan Selatan Jawa. Jurnal Segara. vol. 9, pp. 23-35.

Gustari I. 2009. Analisis Curah Hujan Pantai Barat Sumatera Bagian Utara Periode 1994- 2007. Jurnal Meteorologi dan Geofisika. vol. 10, pp. 29-38.

Saji NH., Goswani BN., Vinayachandran PN., Yamagata T. 1999. A Dipole Mode In The Tropical Indian Ocean. Journal Nature. vol. 401, pp. 360-363.

Suryantoro A, Siswanto B. 2008. Analisis Korelasi Suhu Udara Permukaan dan Curah Hujan di Jakarta dan Pontianak dengan Anomali Suhu Muka Laut Samudera Hindia dan Pasifik Tropis dalam Kerangka Osilasi Dua Tahunan Troposfer (TBO). Jurnal Sains Dirgantara. vol. 6, pp. 1-21.

SNI 7644. 2010. Basis Data Oseanografi: Suhu, Salinitas, Oksigen Terlarut, Derajat Keasaman, Turbiditas dan Kecerahan. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional. Indonesia.

Wrytki K. 1961. Physical Oceangraphy of The Southeast Asian Waters. California: Scripps Intitution of Oceanography University of California. USA.

(bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Informasi_Iklim) [diakses 12 Januari 2016]

(ecmwf.int) [diakses 12 Januari 2017]

(hycom.org) [diakses 15 Januari 2017]

(jamstec.go.jp/frcgc/research/d1/IOD/DATA/DMI.monthly.txt) [diakses 12 April 2013]

Additional Files

Published

2021-09-06

How to Cite

Ananda Rizki Taruna, Supriyatno Widagdo, & Eko Prasetyo. (2021). Kaitan Fase IOD dengan Faktor Met-Ocean di Perairan Barat dan Selatan Sumatera. Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar), 1(1), 42–53. https://doi.org/10.30649/jrkt.v1i1.42-53

Issue

Section

Articles