Pola Arus Permukaan di Alur Pelayaran Barat Surabaya Berdasarkan Model Numerik Hidrodinamika
DOI:
https://doi.org/10.30649/jrkt.v8i1.180Keywords:
profesionalisme, etika, budaya K3LAbstract
Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) merupakan jalur utama menuju Pelabuhan Tanjung Perak yang memiliki intensitas lalu lintas kapal tinggi dan kondisi hidrodinamika kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola arus permukaan berdasarkan model numerik hidrodinamika guna memperoleh pemahaman mendalam mengenai karakteristik arah, kecepatan, dan distribusi arus permukaan yang dipengaruhi dinamika pasang surut. Input model numerik hidrodinamika adalah data batimetri, pasang surut, dan angin. Selanjutnya, model disimulasikan selama satu tahun dengan output arus permukaan (dua dimensi). Dalam pelaksanaannya, penelitian ini dilandasi nilai profesionalisme dan etika keinsinyuran dengan menjunjung tinggi integritas ilmiah, akurasi data, serta tanggung jawab sosial terhadap keselamatan pelayaran dan keberlanjutan lingkungan laut. Selain itu, setiap tahap kegiatan penelitian dilakukan dengan memperhatikan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) untuk menjamin keamanan personel, perlindungan alat, dan pencegahan dampak negatif terhadap ekosistem perairan. Hasil simulasi menunjukkan APBS memiliki kedalaman 5-30 m dengan slope yang sangat landai (0,001). Tipe pasang surut campuran cenderung harian ganda memberi pengaruh dominan dalam arah arus (utara-timur) dengan kecepatan 0,75 m/s saat air laut dalam kondisi pasang dan 0,25 m/s saat laut dalam kondisi surut. Area tengah dan selatan APBS memiliki indeks risiko keselamatan pelayaran sedang hingga tinggi. Secara keseluruhan, hasil menegaskan arus permukaan dan kondisi morfologi dasar laut berperan penting terhadap stabilitas dan manuver kapal, sehingga perlu menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan, pengaturan, dan pengelolaan alur pelayaran. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menghasilkan informasi ilmiah tentang pola arus permukaan di APBS, tetapi juga menjadi contoh penerapan profesionalisme, etika, dan budaya K3L dalam praktik keinsinyuran kelautan.
References
Akbar, H. I., Harsono, G., Sutejo, B., Pianto, T. A., Rudiastuti, A. W., Ambarwulan, W., Sumargana, L., Priyadi, H., Hudayat, N., & Sugama, A. Y. (2023). Studi pendahuluan pengaruh arus laut musiman terhadap waktu tempuh kapal melalui perairan Selat Lombok. Jurnal Hidrografi Indonesia, 5(2), 91-98.
Altiparmaki, O., Breivik, Ø, Aouf, L., Bohlinger, P., Johannessen, J. A., Collard, F., Donlon, C, Hope, G., Visser, P. A. A. M., & Naeije, M. (2024). Influence of ocean currents on wave modelling and satellite observations: Insights from the one ocean expedition. Journal of Geophysical Research: Oceans, 129.
Amirullah, A. N., Sugianto, D. N., & Indrayanti, E. (2014). Kajian pola arus laut dengan pendekatan model hidrodinamika dua dimensi untuk pengembangan pelabuhan Kota Tegal. Journal of Oceanography, 3(4), 671-682.
Awaluddin, Santosa, Y. N., Bakri, M., Hawati, H., Malik, K., & Pranowo, W. S. (2024). Modeling simulation of tidal flows in Jakarta Bay Waters. PONGGAWA: Journal of Fisheries Socio-Economic, 4(2), 122-137.
Dronkers, J. (2005). Dynamics of coastal systems. World Scientific Publishing.
Esteban, F. D., Tassone, A., Menichetti, M., & Lodolo, E. (2017). Application of slope maps as a complement of bathimetry: example from the SW Atlantic. Marine Geodesy, 40(1), 57-71.
Fauzi, I., Ariyanto, D., Murtiaji, C., Sukmana, C. I. & Cholishoh, E. (2025). Preliminary design of a traffic separation scheme at the hub port of IKN: Hydro-oceanographic analysis for navigational safety in the Makassar Strait. Archives of Transport, 73(1), 79-98.
Huang, I. L., Lee, M. C., Nieh, C. Y., & Huang, J. C. (2023). Ship classification based on AIS data and machine learning methods. Electronics, 13(1), 98.
Huda, A. C., Putri, D. L., Nurcholik, S. D., & Hasrina. (2024). Tidal current pattern modeling in the wain river shipping channel waters. Indonesian Journal of Maritime Technology, 2(1), 57-66.
International Hydrographic Organization (IHO). (2005). Manual on hydrography (1st ed.). Monaco: IHO Publication C-13.
International Maritime Organization (IMO). (2019). Guidelines for under keel clearance for ships. IMO Publishing.
Kendek, M., Rachma, S., Filemon, F., & Widarbowo, D. (2024). Analysis of preventive measures on sailing safety in Indonesia. Zona Laut: Jurnal Inovasi Sains dan Teknologi Kelautan, 5(2), 140-145.
Kuncowati, Wiyono, S. T., & Tamam, R. B. (2025). Shipping safety performance models on solid shipping lanes: An internal and environmental factors perspective. Maritime Technology and Society, 4(2), 44-55.
Kusumawardani, N., Djamaluddin, R., Angmalisang, P. A., & Manu, L. & Pelle, W.E. (2024). Characteristics of sea surface current during the second transitional monsoon in the Bangka Strait, North Sulawesi, Indonesia. Aquatic Science & Management, 12(1), 7-13.
Lan, Z., Gang, L., Zhang, M., Xie, W., & Wang, S. (2024). A multi-stage collision avoidance model for autonomous ship based on fuzzy set theory with TL-DDQN algorithm. Ocean Engineering, 311(118912).
Li. K., Zheng, F., Cheng, L., Zhang, T., & Zhu, J. (2023). Record-breaking global temperature and crises with strong El Niño in 2023-2024. The Innovation Geoscience, 1(2), 1-2.
Meyers, S. D. & Luther, M. (2020). The impact of the sea level rise on maritime navigation within a large, channelized estuary. Maritime Policy & Management, 47(1, 1-17.
Muttaqin, S., & Utomo, C. (2020). Probability scale of vessel risks on a shipping company. IPTEK Journal of Proceedings Series No (1).
Noor, F. M., Handani, D. W., Muryadin, M., Sari, D. P., Wijaya, R. D. S., Prasetyo, D. F., Setiyobudi, N., Putra, A. M. F., Malakani, A. I., & Afandi, M. I. (2025). Risk analysis of ship collision and modelling of oil spill trajectory study case: Dumai Port. Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan, 22(1), 19-33.
Pranowo, W. S., Puspita, C. D., Bramawanto, R., Adi, R. A., Kusumawardani, A. R. T. D. (2014). Dinamika arus dalam mendukung perikanan budidaya luat di Teluk Bone. Jurnal Harpodon Borneo, 7(2), 135-152.
Putra, H. P., & Pratomo, D. G. (2019). Analisis tipe pasang surut menggunakan metode Formzahl di perairan pesisir. Jurnal Oseanografi Tropis, 4(1), 45–53.
Rahmawati, I., Wibowo, A., & Sutopo, H. (2022). Analisis risiko hidrodinamika terhadap keselamatan pelayaran di Perairan Semarang. Jurnal Transportasi Laut, 9(2), 101–112.
Röhrs, J., Sutherland, G., Jeans, J., Bedington, M., Sperrevik, A. K., Dagestead, K., Gusdal, Y., Mauritzen, C., Dale, A., & LaCasce, J. H. (2023). Surface currents in operational oceanography: Key applications, mechanisms, and methods. Journal of Operational Oceanography, 16(1), 60-88.
Siringoringo, H., & Santosa, W. (2015). Analisis penentuan kedalaman alur pelayaran dengan koreksi pasang surut. Jurnal Teknik Hidro, 7(2), 45–54.
Sri Suharyo, O., & Adrianto, D. (2018). Studi hasil running model arus permukaan dengan software numerik Mike 21/3 (guna penentuan lokasi penempatan stasiun energi arus Selat Lombok (Nusapenida). Applied Technology and Computing Science Journal, 1(1), 30–38. https://doi.org/10.33086/atcsj.v1i1.8
Syamsudin, F. (2015). Pemodelan oseanografi untuk aplikasi teknik kelautan. Bandung: ITB Press.
Triatmodjo, B. (2012). Oseanografi teknik. Yogyakarta: Beta Offset.
van der Wegen, M., & Roelvink, D. (2018). Morphodynamic modeling of tidal channels and navigation safety in the Port of Rotterdam. Coastal Engineering Journal, 60(1), 45–63.
Wang, Y., Zhong, Y., Li, S., Chen, W., Zhou, M. (2024). Tidal and residual currents in the inner shelf of East China Sea detected from underway ADCP observations. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 306.
Watofa, M. B., Muslim, M., & Wisha, U. J. (2021). Simulasi numerik arus pasang surut menggunakan model hidrodinamika 2D di perairan pesisir Jayapura. Jurnal Kelautan Tropis, 24(1), 29–40.
Wisha, U.J., & Ilham. (2019). Velocity components of currents and transport mechanism in the Ie Meulee Waters, Weh Island, Indonesia. Jurnal Kelautan Tropis, 22(2), 93-102.
Zhou, M. (2020). Variability of the observed deep western boundary current in the South China Sea. Journal of Physical Oceanography, 50, 2953-2963.









